OTOMOTIFNET - Mencicipi Honda Revo 110 yang merupakan kloningan dari Honda Blade 110R awalnya memang kurang menarik karena secara spesifikasi mirip sekali dengan Honda Blade 110R. Dari mesin sampai rangka boleh dibilang seperti duplikat. Namun akhirnya penasaran juga ketika memperharikan bodi Revo 110 yang lebih elegan dibanding Blade 110R. Apakah poin keseluruhan juga sama?
Desain : **** (4 bintang)
Secara kasat mata ini yang paling membedakan antara keduanya (Blade 110 dan Revo 110). Revo 110 tampil seperti desain bebek kebanyakan yang punya sayap. Namun sangat berbeda dengan Revo 100 versi sebelumnya, Revo 110 jauh dari kesan futuristik. Garis-garis tajam yang dulu begitu kental kini ditanggalkan.
Desain barunya ini justru memberikan pilihan buat konsumen Honda yang hendak memilih bebek 110cc. Yang suka tampilan futuristik sekaligus sporty layaknya Revo lama bisa pilih Blade 110R. Sedang yang ingin tampil lebih elegant dan dewasa silahkan ambil Revo 110 ini.
Fitur dan Teknologi: *** (3 bintang)
Sama persis dengan Honda Blade 110R. PT Astra Honda Motor (AHM) menghadirkan mesin NF110ST dengan kapasitas mesin 109,1cc pada Revo 110. Dengan dimensi mesin yang sama (diameter piston 50mm dan langkah 55,6mm) karakter keduanya boleh dibilang juga sama. Akselerasi terasa galak.
Teknologi pada Blade 110R seperti rocker arm yang dilengkapi roller, kopling dengan pegas diafragma, hingga piston yang punya banyak lubang sebagai jalur oli sama persis dengan yang dipakai Blade 110R.
Namun ada beberapa fitur yang berbeda dengan Honda Blade 110R, yaitu adanya Automatic Secure Key Sutter yang tutup rumah kuncinya bisa menutup sendiri saat dikunci stang. Selain itu Secure Key Sutter ini juga dilengkapi dengan lapisan fosfor agar bisa menyala disaat gelap.
Tapi justru tata letak tombol-tombol di stang sebelah kiri yang diklaim lebih memudahkan pengendara malah sering bikin salah pencet. Di sepeda motor umumnya panel klakson terletak paling bawah sedang tombol sein ada diatasnya. Sedang pada Revo 110 ini kebalikannya klakson ada di tengah sedang sein ada di bawah.
Performa:**** (4 bintang)
Sesuai perkiraan, enggak jauh berbeda dengan Honda Blade 110R. Secara spesifikasi memang sama persis, jadi enggak heran jika karakternya mirip-mirip. Kalaupun ada sedikit perbedaan dari data hasil pengetesan Honda Blade 110R, tak lain hanya sedikit perbedaan cara bawa motor sang tester dan kondisi lingkungan.
Berbekal alat ukur RACELOGIC, OTOMOTIFNET mencoba di trek sepanjang 1,5 km. Gigi 1-2 nya cukup galak di putaran bawah. Sedang putaran atasnya sangat panjang dan kurang bertenaga. Sama seperti karakter Blade 110, lagi-lagi OTOMOTIFNET tidak bisa mencapai kecepatan 100 km/jam.
Tapi saat melintas jalanan kota seperti Jakarta yang lebih banyak bermain diputaran rendah, karakter Revo 110 ini sudah sangat mumpuni.
Data pengetesan :
0-60 meter = 6,5 detik
0-100 meter = 8,8 detik
0-201 meter = 13,9 detik
0-402 meter = 22,8 detik
0-60 km/jam = 7,3 detik
0-80 km/jam = 14,9 detik
0-100 km/jam = N/A
Konsumsi Bahan Bakar: **** (4 bintang)
OTOMOTIFNET melakukan pengetesan konsumsi bahan bakar dengan berjalan pada kecepatan konstan tak lebih dari 60 km/jam dan melului rute jalanan yang sangat sepi dimalam hari. Diharapkan agar tidak banyak buka tutup gas, dan hasilnya Honda Revo 110 ini hanya meminum satu liter bensin untuk jarak sejauh 47 km beda tipis dengan Honda Blade 110R.
Angka ini tergolong sangat irit untuk ukuran motor bebek. Tapi ingat, bila Anda terlalu sering buka tutup gas dengan kasar tentunya konsumsi bahan bakarnya akan jauh lebih boros dari data yang OTOMOTIFNET dapatkan.
Handling: ***** (5 bintang)
Harus diakui diantara begitu banyak varian bebek Honda, riding position Blade 110R paling nyaman. Sama halnya dengan Honda Revo 110 ini. Karena secara spesifikasi, rangka yang dipakai sama persis. Posisinya duduknya yang tidak terlalu tinggi membuat nyaman pengendara Indonesia yang rata-rata tingginya tak lebih dari 170cm.
Posisi stang kemudi yang rendah sekaligus menekuk ke dalam membuat pergelangan tangan tak mudah lelah dan juga memudahkan saat harus bermanuver. Dan terakhir yang menjadi perhatian OTOMOTIFNET adalah soal pengereman. Lebih mantap dari Supra X 125 atau Revo 100 yang banyak dikeluhkan kurang pakem.
Harga: ***** (5 bintang)
Urusan harga, Revo 110 ini dilepas dalam 3 varian berbeda dengan harga yang berbeda pula. Paling malah tipe DX dilepas Rp 13.500.000. Sedang CW dan Spoke dilepas pada harga Rp 12.900.000 dan Rp 11.600.000. Bila dibandingkan dengan Revo 100 CW yang dijual Rp 13.050.000, artinya Revo 110 CW sedikit lebih murah.
Sedang bila dibandingkan dengan para pesaingnya, Suzuki Smash dan Yamaha Vega ZR yang sama-sama masuk dipasar low end. Harga Revo 110 juga lebih murah. Sama-sama tipe jari-jari dan disk brake, Yamaha Vega ZR dijual Rp 11.800.000 sedang Suzuki Smash Rp 11.810.000.
Hasil Pengetesan Oleh Member Forum OTOMOTIFNET
Pada pengetesan Honda Revo 110 kali ini, OTOMOTIFNET mengajak salah satu member Forum OTOMOTIFNET atau Otonetters untuk ikut merasakan performa Honda Revo 110. Member yang kali ini ikut melakukan pengetesan adalah Bintang Pradipta, seorang mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta. Bintang yang memiliki tinggi 176 cm dan berat badan 65 kg ini berkesempatan melakukan pengetesan akselerasi.
Dengan metode yang sama dengan yang dilakukan OTOMOTIFNET yang memacu Honda Revo 110 dilintasan 400m dan menggunakan alat ukur RACELOGIC. Diperoleh waktu tercepat yang hanya beda tipis dengan hasil yang diperoleh oleh tester OTOMOTIFNET yang memiliki berat badan 7 kg lebih berat dari Bintang. Setelah empat kali jalan, Bintang memperoleh catatan waktu terbaik sebagai berikut :
Data pengetesan :
0-60 meter = 6,7 detik
0-100 meter = 8,9 detik
0-201 meter = 13,8 detik
0-402 meter = 22,3 detik
0-60 km/jam = 7,1 detik
0-80 km/jam = 14,1 detik
0-100 km/jam = N/A
Sumber :